Sebuah sampel biologis ditemukan di lokasi kejadian. Sebelum bisa dianalisis dan dicocokkan dengan tersangka, DNA di dalamnya harus diekstraksi dengan prosedur yang benar, karena satu kesalahan kecil dapat membuat seluruh kasus gagal di pengadilan.
Tim forensik memeriksa lokasi kejadian. Barang bukti bernomor (1, 2, 3) didokumentasikan sebelum sampel darah pelaku diambil dari tubuh korban yang tertutup kain untuk dipersiapkan ke tahap ekstraksi DNA.
Tim identifikasi forensik dipanggil ke lokasi setelah ditemukan indikasi tindak kriminal. Di antara barang bukti yang dikumpulkan, seorang penyidik menemukan noda darah manusia pada tubuh korban yang berpotensi menjadi kunci untuk mengungkap identitas pelaku.
Namun sampel mentah ini belum bisa langsung dianalisis. DNA yang masih terkurung di dalam sel dan bercampur dengan protein, lemak, serta kotoran lain harus dipisahkan lebih dulu melalui proses yang disebut ekstraksi DNA.
Ekstraksi DNA adalah tahapan paling menentukan dalam seluruh rangkaian investigasi forensik. Jika DNA rusak, terkontaminasi, atau jumlahnya tidak cukup akibat kesalahan prosedur, seluruh analisis berikutnya, termasuk pencocokan profil DNA di pengadilan, bisa runtuh.
Sebagai analis forensik pemula, tugas Anda sekarang adalah menjalankan prosedur ekstraksi DNA dari sampel ini, langkah demi langkah, tanpa melewatkan satu pun tahapan.
Ekstraksi DNA dilakukan melalui enam tahapan berurutan. Pahami definisi dan poin penting tiap tahapan berikut sebelum mempraktikkannya di Virtual Laboratory.
Sampel darah disentrifugasi untuk memisahkan sel darah putih (leukosit), yaitu sel berinti yang mengandung DNA, dari sel darah merah dan plasma.
Penambahan bufer lisis, SDS (surfaktan), dan enzim Proteinase K, lalu diinkubasi pada suhu 56ยฐC sehingga dinding dan membran sel pecah dan DNA terbebas dari inti.
Larutan fenol-kloroform ditambahkan lalu disentrifugasi sehingga campuran terpisah menjadi dua fase: fase atas berisi DNA terlarut dalam air, fase bawah berisi protein dan lipid.
Etanol dingin dan natrium asetat ditambahkan ke fase berisi DNA. DNA yang semula larut akan mengendap membentuk benang-benang putih halus.
Endapan DNA dicuci menggunakan etanol 70% untuk menghilangkan sisa garam dan kontaminan kimia, kemudian dikeringkan sebentar agar etanol menguap sempurna.
DNA murni dilarutkan kembali dalam bufer TE (Tris-EDTA) agar stabil dan tidak terdegradasi, sehingga siap digunakan untuk analisis lanjutan.
Praktikkan keenam tahapan ekstraksi DNA secara mandiri. Pilih alat dan reagen, kerjakan tiap tahap sesuai urutan yang benar, lalu amati hasilnya secara langsung.
Buka aplikasi sekali saat online sampai konten offline selesai dipasang, lalu tekan Muat Ulang.
Setelah keenam tahapan dijalankan dengan benar, DNA berhasil diekstraksi. Sampel kini siap digunakan untuk analisis lebih lanjut, seperti profiling DNA, PCR, atau pencocokan dengan basis data forensik.
Sel darah putih berinti dipisahkan melalui sentrifugasi
Dinding dan membran sel dipecah, DNA dibebaskan
DNA dipisahkan dari protein dan lipid
DNA mengendap menjadi benang yang terlihat
Sisa garam dan reagen kimia dibersihkan
DNA dilarutkan dalam bufer TE, siap dianalisis